RESENSI
(BUKU NON FIKSI)
Judul
: Sarinah
Penulis
: S. Wisnuwardhana
Ukuran
: 14 x 20 cm
Genre : Sosial Politik
Jumlah
hal. : 272
Penerbit
: Palapa
ISBN
: 978-602-0806-46-4
Tahun
terbit : 2015
Harga
: Rp. 40.000
Synopsis
Buku :
Siapa
yang tidak kenal Soekarno?
Kehidupan
Presiden Pertama Indonesia ini selalu menarik untuk diketahui, baik kehidupan
yang berhubungan dengan bangsa maupun pribadinya. Soekarno memiliki pesona yang
luar biasa, sehingga kehidupannya pun selalu diwarnai oleh kisah cinta. Namun,
tahukah Anda, siapa sosol yang telah mengajarkan Soekarno tentang cinta?
Dialah
Sarinah, wanita yang telah menginspirasi Soekarno untuk berjuang meraih
kemerdekaan Indonesia. Bahkan, namanya terus diabadikan sepanjang masa, menjadi
lagu, buku hingga nama gedung.
Lantas,
siapa sebenarnya Sarinah? Dan, apa hubungannya dengan Soekarno?
Di
buku inilah semua tentan Sarinah diungkap. Jadi, tunggu apa lagi? Baca saja
buku ini!
Synopsis
saya :
Dalam pengamatan
Julius Pour, sosok Sarinah menjadi perempuan yang sangat diidolakan oleh
Soekarno karena dua hal. Pertama, kerena Soekarno dianggap kekurangan kasih
saying dari ibunya Idayu. Hal tersebut terbukti dengan sedikitnya intensitas
pertemuan Soekarno dengan sang ibu setelah ia dewasa. Misalnya, ketika Soekarno
sudah didaulat sebagai presiden, Idayu tidak pernah mengunjungi Soekarno.
Kedua, lantaran Sarinah merupakan pengasug yang sangat menyayangi Soekarno dan
mengajarkan makna cinta kepadanya.
Ruh dan jiwa
Sarinah yang senantiasa hadir dalam kehidupan Soekarno mengkristal menjadi
gagasan besar. Gagasan besar itu tidak lain berkaitan dengan perempuan
Indonesia atau Sarinah Indonesia sebagaimana perkataan Soekarno. Buku Sarinah
merupakan inti pemikiran Soekarno tentang kemerdekaan kaum perempuan, harmoni
dalam masyarakat, perjuangan bersama, dan perikemanusiaan. Secara khusus, ia
menuangkan gagasan besar yang terinspirasi dari Sarinah tentang posisi
perempuan Indonesia dalam revolusi kemerdekaan.
Benarlah
perkataan orang-orang bahwa soekarno merupakan satu-satunya pemimpin yeng
meluangkan waktu untuk memikirkan persoalan permpuang secara utuh, luas dan
mendalam. Hal itu dapat ditelaah secara seksama dalam buku Sarinah. Berikut
adalah perjuangan kaum perempuan Indonesia menurut Soekarno terdapat tiga
tingkatan, yakni :
Tingkat pertama,
ini diberi label oleh Soekarno sebagai tingkatan keperempuanan tingkat ini
belum memberikan dampak signifikan terhadap kaum Sarinah dari kelas social
menengah kebawah.
Tingkat kedua,
tampak lebih kritis sebab mereka mulai sadar untuk menentang hak-haknya yang
dimonopoli oleh laki-laki dengan ukum warisan, yaitu Patriakat, tingkat ini
dikenal dengan gerakan feminisme. Tuntutan gerakan feminism, yaitu persamaan
hak antara kaum perempuan dengan laki-laki diruang public atau didalam kehidupan
masyarakat dan Negara.
Gerakan
perempuan tingkat ketiga yang disebut sebagai gerakan neofeminisme. Seperti
yang Soekarno nyatakan bahwa neofeminisme menghendaki kehidupan bersama yang
bahu-membahu, saling mengisi, dan saling mendukung antara kaum perempuan dan
kaum laki-laki di dalam masyarakat.
Pada dasarnya,
buku yang ditulis oleh Soekarno sebagai bentuk penghormatan kepada Sarinah
tersebut tidak lain merupakan bentuk riil dari langkah memperkenalkan paham
sosialisme yang dianutnya kepada masyarakat. Oleh karenanya Soekarno berpaham
nasionalis, secara politis ia tetap mengedepankan nasionalisme dalam revolusi
nasional. Hal ini sebagaimana alas an yang diungkapkan dalam Sarinah bahwa pada
dasarnya ia mencintai sosialisme karena ia menyembah tuhan dan cinta kepada
islam. Soekarno berpaham nasionalis. Sedangkan dalam cita-cita sosialnya
Soekarno berkepribadian sosialis. Sementara dalam cita-cita batinnya, Soekarno
bukan atheis melainkan theis. Begitulah pengakuan Soekarno terkait pemikiran
dan cita-cita dalam memperjuangkan Sarinah Indonesia.
Keunggulan Buku Sarinah :
1.
Harganya terjangkau.
2.
Buku yang mengispirasi kaum perempuan
Indonesia.
3.
Covernya menarik.
4.
Sumber-sumber yang diambil jelas adanya.
Kelemahan Buku Sarinah :
1.
Kata-kata yang digunakan susah dipahami.
2.
Harganya lumayan terjangkau

Tidak ada komentar:
Posting Komentar