Selasa, 29 Oktober 2019

RESENSI (BUKU NON FIKSI)




RESENSI  
(BUKU NON FIKSI)


Judul               : Sarinah
Penulis             : S. Wisnuwardhana
Ukuran            : 14 x 20 cm
Genre              : Sosial Politik
Jumlah hal.      : 272
Penerbit           : Palapa
ISBN               : 978-602-0806-46-4
Tahun terbit     : 2015
Harga              : Rp. 40.000

Synopsis Buku :
Siapa yang tidak kenal Soekarno?
Kehidupan Presiden Pertama Indonesia ini selalu menarik untuk diketahui, baik kehidupan yang berhubungan dengan bangsa maupun pribadinya. Soekarno memiliki pesona yang luar biasa, sehingga kehidupannya pun selalu diwarnai oleh kisah cinta. Namun, tahukah Anda, siapa sosol yang telah mengajarkan Soekarno tentang cinta?
Dialah Sarinah, wanita yang telah menginspirasi Soekarno untuk berjuang meraih kemerdekaan Indonesia. Bahkan, namanya terus diabadikan sepanjang masa, menjadi lagu, buku hingga nama gedung.
Lantas, siapa sebenarnya Sarinah? Dan, apa hubungannya dengan Soekarno?
Di buku inilah semua tentan Sarinah diungkap. Jadi, tunggu apa lagi? Baca saja buku ini!

Synopsis saya :
Dalam pengamatan Julius Pour, sosok Sarinah menjadi perempuan yang sangat diidolakan oleh Soekarno karena dua hal. Pertama, kerena Soekarno dianggap kekurangan kasih saying dari ibunya Idayu. Hal tersebut terbukti dengan sedikitnya intensitas pertemuan Soekarno dengan sang ibu setelah ia dewasa. Misalnya, ketika Soekarno sudah didaulat sebagai presiden, Idayu tidak pernah mengunjungi Soekarno. Kedua, lantaran Sarinah merupakan pengasug yang sangat menyayangi Soekarno dan mengajarkan makna cinta kepadanya.
Ruh dan jiwa Sarinah yang senantiasa hadir dalam kehidupan Soekarno mengkristal menjadi gagasan besar. Gagasan besar itu tidak lain berkaitan dengan perempuan Indonesia atau Sarinah Indonesia sebagaimana perkataan Soekarno. Buku Sarinah merupakan inti pemikiran Soekarno tentang kemerdekaan kaum perempuan, harmoni dalam masyarakat, perjuangan bersama, dan perikemanusiaan. Secara khusus, ia menuangkan gagasan besar yang terinspirasi dari Sarinah tentang posisi perempuan Indonesia dalam revolusi kemerdekaan.
Benarlah perkataan orang-orang bahwa soekarno merupakan satu-satunya pemimpin yeng meluangkan waktu untuk memikirkan persoalan permpuang secara utuh, luas dan mendalam. Hal itu dapat ditelaah secara seksama dalam buku Sarinah. Berikut adalah perjuangan kaum perempuan Indonesia menurut Soekarno terdapat tiga tingkatan, yakni :
Tingkat pertama, ini diberi label oleh Soekarno sebagai tingkatan keperempuanan tingkat ini belum memberikan dampak signifikan terhadap kaum Sarinah dari kelas social menengah kebawah.
Tingkat kedua, tampak lebih kritis sebab mereka mulai sadar untuk menentang hak-haknya yang dimonopoli oleh laki-laki dengan ukum warisan, yaitu Patriakat, tingkat ini dikenal dengan gerakan feminisme. Tuntutan gerakan feminism, yaitu persamaan hak antara kaum perempuan dengan laki-laki diruang public atau didalam kehidupan masyarakat dan Negara.
Gerakan perempuan tingkat ketiga yang disebut sebagai gerakan neofeminisme. Seperti yang Soekarno nyatakan bahwa neofeminisme menghendaki kehidupan bersama yang bahu-membahu, saling mengisi, dan saling mendukung antara kaum perempuan dan kaum laki-laki di dalam masyarakat.
Pada dasarnya, buku yang ditulis oleh Soekarno sebagai bentuk penghormatan kepada Sarinah tersebut tidak lain merupakan bentuk riil dari langkah memperkenalkan paham sosialisme yang dianutnya kepada masyarakat. Oleh karenanya Soekarno berpaham nasionalis, secara politis ia tetap mengedepankan nasionalisme dalam revolusi nasional. Hal ini sebagaimana alas an yang diungkapkan dalam Sarinah bahwa pada dasarnya ia mencintai sosialisme karena ia menyembah tuhan dan cinta kepada islam. Soekarno berpaham nasionalis. Sedangkan dalam cita-cita sosialnya Soekarno berkepribadian sosialis. Sementara dalam cita-cita batinnya, Soekarno bukan atheis melainkan theis. Begitulah pengakuan Soekarno terkait pemikiran dan cita-cita dalam memperjuangkan Sarinah Indonesia.

Keunggulan Buku Sarinah :
1.      Harganya terjangkau.
2.      Buku yang mengispirasi kaum perempuan Indonesia.
3.      Covernya menarik.
4.      Sumber-sumber yang diambil jelas adanya.

Kelemahan Buku Sarinah :
1.      Kata-kata yang digunakan susah dipahami.
2.      Harganya lumayan terjangkau

GRUB WHATSAPP MENGHANTUI GURU-GURU

Zaman semakin canggih, mencari informasi dan memberi informasi dapat dengan mudah dilakukan melalui media sosial karena ce...