Selasa, 14 Januari 2020

GRUB WHATSAPP MENGHANTUI GURU-GURU








Zaman semakin canggih, mencari informasi dan memberi informasi dapat dengan mudah dilakukan melalui media sosial karena cepat dan efisien. Seperti kecepatan dalam mengirim pesan kepada orang yang diinginkan dapat dilakukan hanya dengan beberapa detik, melalui media sosial whatsapp. Aplikasi whatsapp messenger atau dikenal dengan nama WA merupakan aplikasi pesan untuk ponsel cerdas (smartphone), lewat aplikasi ini pengguna dapat dengan mudah untuk bertukar pesan bahkan mengirim foto dan video tanpa biaya pulsa, karena whatsapp menggunakan paket internet.
Tidak hanya mengirim pesan dari satu orang ke orang lain, Whatsapp juga terdapat fitur grub yang digunakan untuk bertukar pesan oleh satu orang ke sekelompok orang. Kurang lebih 421.828 guru di Malaysia dihantui oleh pesan-pesan grub whatsapp yang dikirim oleh wali murid. Mereka terpaksa menanggapi berbagai pesan terebut meskipun isi pesannya tidak masuk akal. “Cikgu, boleh tolong tengokkan beg anak saya, dia bawa botol ait tak ke sekolah?” atau “Cikgu, anak saya kehilangan bekas pensel, boleh cekgu carikan?” pesan-pesan tersebut merupakan pesan yang tidak begitu penting untuk dikirimkan melalui grub Whatsapp. Sumber surat khabar Harian Metro-Malaysia.
Tidak hanya di negara tetangga, negara kita Indonesia pun banyak guru yang mengalami masalah tersebut seperti yang terjadi di grub Whatsapp wali murid SD IT Abu Jaf’ar yang beralamat di munggur, mojogedang, kranganyar, jawa tengah. Bapak Gandi Setiawan telah mengalami hal tersebut lebih dari 2 tahun ini. Banyak wali murid yang mengirim pesan kurang penting di luar jam mengajar, seperti “Pak, tadi anak saya sudah memberikan uang bulanan belum ya?”, “Pak, besok anak-anak ada les tidak ya?” atau bahkan ada yang mengirim pesan yang berisi izin tidak masuk sekolah yang seharusnya ditulis tangan.
Sebenarnya whatsapp for facebook sudah terdapat fitur “only admin” yang bisa mengirim pesan di grub chat sehingga guru dapat mengatur siapa saja yang boleh mengirim pesan di grub. Hal tersebut sedikit mengurangi spam chat tersebut. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk bapak Gandi, karena meskipun guru sudah menerapkan fitur tersebut wali murid ada yang pindah chat personal untuk mengirim pesan bahkan kadang ada yang menelepon di jam mengajar, hal tersebut sangat menganggu kerja para guru.
Guru berharap para wali murid memperbanyak komunikasi dengan anak-anak sehingga hal semacam ini tidak ditemukan lagi dan anak-anak dapat menghabiskan zaman sekolah tanpa melibatkan campur tangan orang tua. Orang tua juga menjadi tau kepribadian sang anak dengan banyak komunikasi di rumah. Menjadikan Whatsapp sebagai alat komunikasi bertukar pesan yang mendesak saja.
Sabtu, 10 Januari 2020 guru SDN 02 Pulosari yang beralamat di Pulosari, Kebakkramat, Karanganyar juga mengomentari mengenai keterlibatan wali murid dalam grub chat whatsapp sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. “Tidak semua pesan saya balas, mengingat banyak hal yang harus dilakukan.” Hal-hal sepele seperti menanyakan kotak pensil, bekal atau buku yang tertinggal sudah seharusnya tidak digubris.



GRUB WHATSAPP MENGHANTUI GURU-GURU

Zaman semakin canggih, mencari informasi dan memberi informasi dapat dengan mudah dilakukan melalui media sosial karena ce...