Zaman
semakin canggih, mencari informasi dan memberi informasi dapat dengan mudah
dilakukan melalui media sosial karena cepat dan efisien. Seperti kecepatan
dalam mengirim pesan kepada orang yang diinginkan dapat dilakukan hanya dengan
beberapa detik, melalui media sosial whatsapp. Aplikasi whatsapp messenger atau
dikenal dengan nama WA merupakan aplikasi pesan untuk ponsel cerdas (smartphone), lewat aplikasi ini pengguna
dapat dengan mudah untuk bertukar pesan bahkan mengirim foto dan video tanpa
biaya pulsa, karena whatsapp menggunakan paket internet.
Tidak
hanya mengirim pesan dari satu orang ke orang lain, Whatsapp juga terdapat
fitur grub yang digunakan untuk bertukar pesan oleh satu orang ke sekelompok
orang. Kurang lebih 421.828 guru di Malaysia dihantui oleh pesan-pesan grub
whatsapp yang dikirim oleh wali murid. Mereka terpaksa menanggapi berbagai
pesan terebut meskipun isi pesannya tidak masuk akal. “Cikgu, boleh tolong
tengokkan beg anak saya, dia bawa botol ait tak ke sekolah?” atau “Cikgu, anak
saya kehilangan bekas pensel, boleh cekgu carikan?” pesan-pesan tersebut
merupakan pesan yang tidak begitu penting untuk dikirimkan melalui grub
Whatsapp. Sumber surat khabar Harian Metro-Malaysia.
Tidak
hanya di negara tetangga, negara kita Indonesia pun banyak guru yang mengalami
masalah tersebut seperti yang terjadi di grub Whatsapp wali murid SD IT Abu
Jaf’ar yang beralamat di munggur, mojogedang, kranganyar, jawa tengah. Bapak
Gandi Setiawan telah mengalami hal tersebut lebih dari 2 tahun ini. Banyak wali
murid yang mengirim pesan kurang penting di luar jam mengajar, seperti “Pak,
tadi anak saya sudah memberikan uang bulanan belum ya?”, “Pak, besok anak-anak
ada les tidak ya?” atau bahkan ada yang mengirim pesan yang berisi izin tidak
masuk sekolah yang seharusnya ditulis tangan.
Sebenarnya
whatsapp for facebook sudah terdapat fitur “only admin” yang bisa mengirim
pesan di grub chat sehingga guru dapat mengatur siapa saja yang boleh mengirim
pesan di grub. Hal tersebut sedikit mengurangi spam chat tersebut. Namun hal
tersebut tidak berlaku untuk bapak Gandi, karena meskipun guru sudah menerapkan
fitur tersebut wali murid ada yang pindah chat personal untuk mengirim pesan
bahkan kadang ada yang menelepon di jam mengajar, hal tersebut sangat menganggu
kerja para guru.
Guru
berharap para wali murid memperbanyak komunikasi dengan anak-anak sehingga hal
semacam ini tidak ditemukan lagi dan anak-anak dapat menghabiskan zaman sekolah
tanpa melibatkan campur tangan orang tua. Orang tua juga menjadi tau kepribadian
sang anak dengan banyak komunikasi di rumah. Menjadikan Whatsapp sebagai alat
komunikasi bertukar pesan yang mendesak saja.
Sabtu,
10 Januari 2020 guru SDN 02 Pulosari yang beralamat di Pulosari, Kebakkramat,
Karanganyar juga mengomentari mengenai keterlibatan wali murid dalam grub chat
whatsapp sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. “Tidak semua pesan saya
balas, mengingat banyak hal yang harus dilakukan.” Hal-hal sepele seperti
menanyakan kotak pensil, bekal atau buku yang tertinggal sudah seharusnya tidak
digubris.

















